Kami percaya bahwa manusia lahir untuk berinteraksi dengan alam dan manusia lainnya untuk menciptakan dan membangun keadaan mental yang sehat. Gangguan mental timbul karena kemampuan beradaptasi dengan alam dan orang sekitarnya tidak mampu menciptakan keadaan mental yang sehat yang kemudian di internalisasi dan mengganggu mekanisme intrapersonal yang mengubah proses kognitif atau mental menjadi bias, dissonance, menyimpang, bahkan negatif.

Penyimpangan proses mental tersebut diyakini sebagai suatu kebenaran dan menjadi acuan dari pengambilan keputusan dalam unconscious mind yang mendominasi 90% perilaku manusia. Mengatasi penyimpangan tersebut hanya dapat dilakukan dengan memodifikasi kembali mekanisme proses kognitif dengan model pembelajaran kembali (unlearn – relearn) dalam episode konseling dan terapi yang terstruktur dengan metode ilmiah yang telah teruji, baik laboratorium maupun empiris.

Pendekatan ilmiah melalui eksperimental dan uji klinis berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi secara dinamis dan progresif, sehingga memungkinkan berbagai metode evidence based dapat diintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas intervensi dan modifikasi kognitif.